Equity Tower, Jakarta, Indonesia contact@bateeq.com
title image

Arung AW19

bateeq  Arung AW19

Arung AW19

Motif yang dibuat khusus untuk koleksi ini adalah motif Sindhu dan Swarna Dipa. ‘Sindhu’ berarti “dilahirkan dari sungai”. Di mana sebelumnya peradaban setempat telah berlansung di sepanjang tepi sungai – tetapi kemudian terus berkembang seiring waktu. Desain motif ini berupa penggambaran abstrak – menggunakan batu dan pohon – dari alam yang dibuat dan/atau diubah oleh manusia. Masyarakat setempat hidup dengan mengandalkan lingkungan mereka, dan sebaliknya. Koleksi Sindhu mencakup batik Kawung, Parang, dan Banji. Kawung, menurut filsafat Jawa, mewakili titik fokus kuasa dan kekuatan di alam semesta. Parang melambangkan kontinuitas. Banji adalah simbol keberuntungan atau kebahagiaan yang berlipat ganda. Motif tersebut mengingatkan orang untuk menjaga alam, karena alam adalah pusat kekuatan, dan itu membantu kita menjaga keseimbangan untuk pertumbuhan dan kemakmuran di saat ini maupun di masa depan. Dalam bahasa Sansekerta, Swarnadwipa adalah nama pulau Sumatra, dan berasal dari “Suwarnadwipa” – kata untuk pulau (atau tanah) emas. Kitab Jataka, buku tertua dari naskah Buddha, berkisah tentang para pelaut India yang menyeberang dari Teluk Bengal ke Suwarnabhumi. Sementara itu, Ramayana adalah tentang pencarian Dewi Shinta, istri Rama, yang diculik ke Suwarnadwipa. Motif tersebut menggambarkan perjalanan ke tempat asing dengan harapan menemukan sesuatu yang berharga dan menghadapi tantangan tak terduga di sepanjang jalan. Mereka yang memakai motif ini adalah orang-orang yang berwawasan ke depan, menginginkan pengalaman dan pengetahuan baru. ‘Arung’ menggunakan palet warna biru maritim, marun Port Royale, hijau hutam malam, dan lain-lain serta warna karang /salem yang kontras dengan kilau emas metalik untuk kain jacquard. Bagian kerah yang bisa dilepas, terinspirasi oleh pelaut dan detail kerutannya menekankan nuansa bahari, sedangkan aksesori di bagian siku, lutut, serta dasi memberikan tampilan yang lebih aktif dan dinamis. Gaya busana ini termasuk model yang berlapis-lapis menggambarkan selempang yang digunakan untuk membawa barang (wadah kapal) dan tali-temali (tali kapal).